Membuat SVN Server di Windows Menggunakan XAMPP dan Subversion
wirasetiawan29.wordpress.com

Membuat SVN Server di Windows Menggunakan XAMPP dan Subversion

S ubversion atau dikenal sebagai svn merupakan sebuah software yang dapat digunakan untuk mengontrol development sebuah software. File-file seperti source code, images, atau dokumen yang digunakan dalam development disimpan secara historis di dalam repository server. Subversion ini terutama sering digunakan ketika sebuah project yang melibatkan beberapa developer sehingga setiap developer dapat memperoleh revisi - revisi source code program yang terbaru dari developer yang lain. Beberapa situs menyediakan layanan subversion secara online seperti Google Code dan Kenai.

Setelah membaca sumber dari web lathifpambudi, akhirnya saya mencoba mengaplikasikan pada beberapa pekerjaan rumah. Langkah - langkahnya adalah sebagai berikut :

   1.  Install XAMPP, Subversion, dan TortoiseSVN. Setelah menginstall coba jalankan Apache pada XAMPP control panel untuk memastikannya dapat berjalan dengan baik.


   2.  Buka system properties pada tab Advanced. Klik Environment Variables. Pada bagian bawah (System variables), cari variable "Path". Edit, kemudian copy value nya. Pada bagian atas (System variable for User) klik new, masukkan variable name "Path" dan pastekan value yang kita copy tadi pada variable value.


   3.  Kita buat sebuah repository dari project baru misalkan di folder e:/project/svn. Maka pada command line ketikkan :

    svnadmin create e:projectsvn

    Kita masukkan sembarang file sebagai contoh. Klik kanan pada folder e:projectsvn. Klik tortoiseSVN, klik "Repo-browser". Klik kanan pada folder di tortoiseSVN, klik add file, masukkan sembarang file. Isi messagenya atau kosongim klik ok. Maka file tersebut sudah terekam di dalam repository. Setelah menginstall Subversion sebenarnya anda sudah bisa menggunakannya sebagai repository. Namun agar bisa diakses oleh komputer lain ketika terhubung melalui jaringan, perlu dipadukan dengan apache.


    4. Copy kan file mod_authz_svn.so dan mod_dav_svn.so yang terdapat pada folder instalasi Subversion (C:/Program File/Subversion/bin) ke folder module apache (C:/xampp/apache/modules)


   5.  Buka httpd.conf dari apache, edit menjadi sebagai berikut.

    Sebelum :

    #LoadModule dav_module modules/mod_dav.so
    #LoadModule dav_fs_module modules/mod_dav_fs.so


    Sesudah :

    LoadModule dav_module modules/mod_dav.so
    LoadModule dav_fs_module modules/mod_dav_fs.so


    Kemudian pada barisan LoadModule terakhir tambahkan kode berikut.

    LoadModule dav_svn_module modules/mod_dav_svn.so
    LoadModule authz_svn_module modules/mod_authz_svn.so
   
    DAV svn
    SVNPath e:/projects/svn
   


    6. Matikan apache, kemudian hidupkan kembali. Cek pada browser http://localhost/svn, maka akan muncul file yang tadi kita masukkan ke svn beserta keterangan nomor revisi.


    7. Untuk melakukan checkout project tadi, buat folder baru di sembarang tempat. Klik kanan pada folder tersebut, pilih "svn checkout". ketikkan alamat "http://localhost/svn" pada repository URL kemudian klik ok, maka file-file yang telah dimasukkan ke repository tersebut akan di copy kan ke dalam folder tersebut.

Sumber :lathifpambudi.web.ugm.ac.id